“Meski bisnis internet mudah, Anda tetap harus bekerja keras,” kata Mas Udin. “Jangan dibayangkan bisa mendapatkan puluhan juta rupiah hanya dengan duduk berleha-leha di depan komputer. Enak sekali! Anda tetap harus bekerja, sebagaimana bisnis off line.”
Pria yang nama lengkapnya Muhammad Sulhanudin itu menjadi pembicara seminar, Sabtu (24/1). Menurut cerita moderator Aulia A Muhammad yang juga rekannya di Suaramerdeka.com sih, Mas Udin sudah lama malang melintang di dunia cari uang dari internet. Sering otak-atik di dunia maya yang menghasilkan ratusan dolar AS. Juga konon, pemilik usahaonline.net ini pernah diuber-uber FBI akibat “ulah”nya di dunia maya.
Mas Udin menjelaskan, internet marketing adalah mengelola internet untuk media pemasaran. Pemarasan di sini termasuk memasarkan diri seperti yang dilakukan para pemilik blog personal di Blogspot atau Friendster. Apa yang dipromosikan? “Ya tampang Anda,” cetus Mas Udin. “Bisa foto atau konten yang mencerminkan pemiliknya.”
Kalau menyangkut aktivitas di internet untuk menghasilkan uang alias bisnis, bisnis internet dibagi dua jenis. Pertama, yang butuh modal. Kedua, tidak perlu modal. Bisnis internet yang butuh modal seperti membuka toko on-line. Pembeli tidak perlu datang ke toko, cukup melalui blog seperti Multiply.
“Pada dasarnya, ini hanya memindah cara berjualan saja. Dari dari off line ke on line,” terang Mas Udin. “Atau bisa juga Anda tidak memiliki barang, namun punya koneksi dengan pemilik barang. Yang penting, Anda bisa menyediakan barang saat ada pesanan saja.”
Bisnis internet yang tidak butuh modal apa saja? “Nah, ini yang digemari para mahasiswa,” kelakar pria kelahiran Kendal itu. “Sebenarnya tidak hanya mahasiswa, tapi memang perilaku para netter dari Indonesia begitu. Juga Malaysia dan Filipina sama. Inginnya yang gratisan, meski harus blusukan ke sana kemari. Mereka sangat kreatif di internet.”
Pertama, pay per click (PPC). Kita dibayar berdasarkan jumlah klik yang kita lakukan. Contohnya situs kliksaya.com. Google AdSense sejatinya juga termasuk kategori ini. “Ini lebih sulit bagi pemula,” jelasnya. “Meski juga menawarkan penghasilan yang tak terbatas. Bisa sampai ribuan dolar untuk pemain yang ahli.”
Kedua, affiliate program. Berbagai situs penjualan on line seperti eBay, Amazon dan pepperjam menawarkan program afiliasi. “Kita menjualkan barang mereka, nanti mereka memberi komisi,” terang pria yang belajar internet secara autodidak ini.
Ketiga, membuat review atau ulasan. “Ini lebih realistis bagi mahasiswa,” saran Mas Udin. “Kita sebagai publisher menulis ulasan untuk sponsor review.” Penyedia program ini contohnya Helium dan Squidoo. Juga ada Linkworth, payperpost.com, dan reviewme.com. Semuanya dengan bahasa Inggris. Kalau mau yang berbahasa Indonesia, baru-baru ini ada reviewmu.com. “Satu tulisan bisa dihargai Rp 50 ribu,” tambahnya. “Lumayan untuk mahasiswa. Tapi kalau sudah terbiasa dapat dari dolar jadinya ya terasa kecil.”
Pagi itu, seminar yang di gelar di Semarang Computer Centre (SCC) Plasa Simpanglima Semarang memang menggairahkan bagiku. Buktinya, aku termasuk 10 peserta yang datang paling awal yang diberi gift CD melengkapi keberuntunganku mendapat doorprize mug imut dari kedaidigital.com. Tapi sebenarnya bukan itu tujuanku mendatangi seminar yang diadakan STIMIK Provisi itu. Di sela-sela istirahat, aku sempat ngobrol dengan Mas Udin untuk mengembangkan toko on line. Maklum, traffic toko blogku tergolong rendah karena baru beberapa bulan on line. Banyak ilmu dan wawasan internet kudapat pagi itu.
Mengunduh Uang dari Internet
2 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik


Muhammad Taufiq berkata,
5 Maret 2009 @ 4:14 pm
Aslm.
wadercilik berkata,
12 Mei 2009 @ 11:41 am
menarik juga taks yaw