Arsip untuk Agustus, 2008

Sholat Malam Penuh Perjuangan

Udara malam terasa menusuk dari luar kemul sarungku. Seperti pecahan es batu yang menusuki sekujur tubuhku. Kutarik seprei dan kugulungkan pada tubuhku. “Den, bangun. Ingat Tuhan,” suara yang lembut tapi tegas. “Jangan jadi lunpia gitu dong. Ntar digoreng di neraka loh. Ayo bangun, sholat.”
Mataku terbuka. Kulirik ponsel yang ikut menggigil di samping kepalaku. “Jam tiga, oom,” kata si ponsel sambil menyala-nyala. “Tit..tiit…tit..tiit” Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »