
Waktu perpisahan siswa MA Walisongo pertengahan 2002, kami memang sudah membicarakan reuni. Satu, dua, tiga tahun berlalu tak ada undangan reuni. Baru tahun ini, reuni terlaksana.
Banyak teman putri yang hadir dengan suami atau istri, bahkan anak. Semua memang menunjukkan rona wajah bahagia. Walau banyak yang tidak sepakat inti reuni diisi hiburan band R&B. “Mengganggu obrolan saja. Sudah keras, nggak nyaman didengar lagi,” cetus salah satu diantara kami.
Musik yang disajikan pun hanya dinikmati sebagian kawan-kawan, yang kebanyakan jadi panitia. Gara-gara band itu pula reuni tidak bisa dilakukan di gedung MA Walisongo yang penuh kenangan. Tentu saja Kepala Madrasah tidak merestui. “Apa pandangan masyarakat kalau madrasah kalian dipake pertunjukan musik?” kata seorang panitia menirukan kepala Madrasah. Reuni pun dilakukan 500 meter di luar lingkungan madrasah, Gedung aula PT Dasaplast Pecangaan.
“Masih untung ada perwakilan guru yang mau datang,” pikirku. Acara yang menarik pun salam-salaman. Saling memaafkan. Rasanya nggak ada lagi kekesalan di hati, berganti kebahagiaan bertemu. Saling tanya kabar, bercerita aktivitas masing-masing dan tukeran nomor HP menghiasi seluruh penjuru gedung.
Tak puas hanya acara itu, aku dan teman-teman akrabku pun membuat acara sendiri. Fahruddin yang pernah sebangku denganku, kini mengelola toko. Shobirin menjadi “tangan kanan” di perusahaan mebel. Khoiril Anam malah punya perusahaan sendiri. Sementara aku masih minta uang orang tua, malu!
Pertama, ke rumah Wiwik. Ngobrul ngalor ngidul sekitar satu jam, pulang. Mampir ke rumah Muhlisan yang juga pernah sebangku. Masih setia nyantri di Kediri. Menjelang Ashar, ke rumah Maftukhah yang baru kali itu kudatangi. Sebelum pulang mampir ke rumah Shobirin.
Esoknya, nyambung seduluran ke teman-teman Unnes di Jepara. Bersama Ketua BEM FE Anggit PS, aku mengunjungi Rif’an (Ketua Hima Kimia) dan Shin’an (Mantan Ketua Hima matematika). Seru juga, diskusi problematika kampus, pilkada, hingga masa depan pascakampus. Sementara ke rumah Anggit baru bisa dua hari kemudian. Jalannya belak-belok, membingungkan. Sampai waktu pulang minta diantar.
Begitu altivitas selama lebaran di Jepara. Selalu diwarnai pertemuan dan maaf-maafan. Tapi kok tidak membosankan ya, malah pengin lagi!


Xarom berkata,
8 Maret 2008 @ 6:38 am
lulus MA Walisongo tahun berapa mas?
2002 yah? satu angkatan sama jamal natsir?
Smart berkata,
8 Maret 2008 @ 6:39 am
Dan, nomor HPmu piro? Aku Mustaqim, temenmu di sanggar seni gandewa gading. Kirim ke emailku: sae_full6637@yahoo.com
Anonymous berkata,
1 Agustus 2008 @ 3:48 am
Tolong bantu untuk http://www.ma-wali9.blogspot.com cepat terindek dalam mesin pencari
Cantik berkata,
15 September 2008 @ 5:40 am
Hai
N@I2z!£ berkata,
15 September 2008 @ 5:49 am
Buat semua yg mgkn g knl mQ (q pd wæ g knl u kx) he,- cuma mo ikut nyalam2 j.bt ank MAK yg ru lu2s thun?? 2008 dc kyk¥,- khususon bt M.ajib,farhan,M.luqmanul hakim,dkk.q lali jengene yg læn,kwekeke,- p kbr?wah,,kbnykn dh pd jd mahasiswa nih. Maat taufiq!!
N@I2z!$ GBP berkata,
15 September 2008 @ 5:52 am
Hehehe
Sera berkata,
16 September 2008 @ 2:55 am
Ket ewag hlks gns haneg eneg?ajo kosob oyok edirum.hemud lhks onk,gbms tgb,hi zlm cd wg?pc cd itegn edirum kar naneg hebak.u c.hccccm
Muhammad berkata,
17 Nopember 2008 @ 6:02 am
#1 Ya, 2002. Se zamannya GAmal Abdul Naseer
#2 NOmerku tak kirim nang emailmu wae yooo…
#3 Siap! Jangan khawatir pak
#5 Yah silakan. Adik kelas nih..
#7 ……?