Arsip untuk Oktober, 2006

SMS (Khusus) Minta Maaf

“Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar,” suara takbir terdengar dari berbagai penjuru kampung. Senin (24/10) malam, aku masih tertahan di ruang depan. Aku harus menunggu toko karena bapak, ibu dan satu-satunya adikku berkunjung ke rumah kakek.

Tangan kananku mencengkeram ponsel. Beberapa detik sebelumnya, ku mengirim SMS Lebaran ke beberapa dosen Unnes. “Selamat Idul Fitri 1427 H. Nyuwun aguning samudra pangaksami,” kira-kira itulah “ucapan resmi” yang kukirim atas nama Pemimpin Redaksi Buletin Express. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Inspirasi dari Sudut Kota Lama

“Kalau nanti sudah bekerja, jangan lupakan agama dan Sang Pencipta. Buat apa materi melimpah namun tidak tentram, “ pesan Marketing Manager PT Bhanda Ghara Reksa Semarang Dyah Retno Utami. Sejurus, wanita yang akrab dipanggil Bu Erna pun mempersilakan kami berpamitan.

Peristiwa itu terjadi seminggu menjelang Hari Lebaran. Pagi itu, aku bersama Aji dan Teguh memang berniat pamitan. Kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) sejak awal September 2006 telah terlalui. Seluk-beluk pemasaran di perusahaan BUMN itu pun telah kami “obrak-abrik”. Dari pemantauan proses produksi, administrasi pemasaran, kontrak perjanjian, tender, sampai tips “pengendalian” preman pelabuhan kami dapatkan. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Perbedaan dan Tanggungjawab

Hidup di tengah komunitas pasti tidak akan lepas dari perbedaan. Beda pendapat dan pemikiran senantiasa menghiasi kehidupan. Itu merupakan konsekuensi logis dari perbedaan latar belakang dan karakter seseorang. Begitulah fitrah kita yang tak bisa lepas dari perbedaan. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Surat untuk Saudara Seiman

Sejahteralah Kalian dalam Lindungan Allah Yang Maha Suci

Saudaraku tercinta,
Sekiranya ruh meloncat dari jiwa adalah tebusan untuk semua dosa yang pernah kita perbuat, niscaya senyum akan mengiringi perpisahan dengan dunia. Sayangnya, kematian justru awal dirasakannya akibat maksiat. Datangnya ajal justru menjadi awal penanggungan konsekuensi pembangkangan.
Maka coba kita tengok diri sendiri. Sementara, tahanlah hasrat mengoreksi orang lain. Lihat diri sendiri, jauh ke dalam diri, lihat ke hati. Bisakah untuk becermin? Adakah cahaya Allah terlihat di sana? Adakah sedikit nur yang memantul, yang memberi kesejukan pada hati lain di sekitar? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Berkah Ramadhan Masih Terasa

Surat Fatihah mulai terlantun dari pengimaman Masjid Ulul Albab. Sejurus kemudian, isak tangis pun terdengan dari barisan jamaah sholat tahajud. Satu dua jamaah bahkan tak dapat menahan hingga ledak tangisnya terdengar sampai luar.

Waktu itu, malam ke 27 bulan Ramadhan 1427. Lebih dari seratus warga muslim menghabiskan sepuluh hari terakhir Ramadhan di masjid kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mengikuti pengajian, dzikir, tilawah dan sholat malam menjadi aktifitas utama. Sahur dan buka puasa pun terlihat lebih bermakna karena dilakukan bersama, diteras masjid. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »